Berbagai Jenis Perkutut Katuranggan

ilustrasi Perkutut (Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Perkutut (Pixabay)
Mengutip buku Mencetak Perkutut Juara karya Bayu Sugiharto, perkutut katuranggan adalah varietas burung perkutut lokal yang memiliki karakteristik warna bulu polos berwarna putih kekuningan dan tubuh yang relatif kecil jika dibandingkan dengan perkutut Bangkok.
Jenis perkutut ini dianggap istimewa oleh para pecinta burung karena terkait dengan primbon dalam kebudayaan masyarakat Jawa.
Dengan memahami perbedaan antara setiap jenis, pecinta burung dapat memilih perkutut katuranggan yang sesuai dengan preferensi dan keinginan mereka.


Berikut ini adalah beberapa jenis perkutut katuranggan yang paling populer di kalangan penggemar burung:

1. Perkutut Katuranggan Lurah

Perkutut katuranggan jenis ini dikenal dengan karakteristik warna bulunya yang cenderung putih polos.
Lurah sering kali diidentifikasi dengan pola suara yang berulang-ulang dan merdu, membuatnya menjadi favorit di kalangan penggemar burung kicau.

2. Perkutut Katuranggan Songgo Ratu

Songgo Ratu memiliki ciri khas bulu dan warna tubuh yang putih kekuningan.
Selain itu, burung ini juga dikenal dengan suaranya yang nyaring, dan masyarakat Jawa memandang burung ini sebagai burung istimewa dalam kepercayaan Jawa.

3. Perkutut Katuranggan Rajek Wesi

Rajek Wesi adalah jenis perkutut katuranggan yang dianggap sebagai simbol keberuntungan bagi pemiliknya.
Burung ini memiliki bulu berwarna cerah dengan aksen hitam dan suara yang merdu, membuatnya diminati oleh para pecinta burung.

4. Perkutut Katuranggan Kol Buntet

Kol Buntet dikenal dengan postur tubuhnya yang kecil dan kompak. Meskipun ukurannya kecil, namun burung ini memiliki suara yang lantang dan bertenaga, sehingga sering menjadi pilihan bagi para penggemar burung kicau.

5. Perkutut Katuranggan Guruku Jati Giri

Guruku Jati Giri memiliki reputasi sebagai burung yang memiliki kualitas suara terbaik di antara jenis perkutut lainnya.
Suara yang dihasilkan sangat merdu dan melodis sehingga menjadikannya favorit di kalangan penggemar burung kicau.

6. Perkutut Katuranggan Banyu Mili

Banyu Mili dikenal dengan suara yang khas dan unik, mirip dengan bunyi gemericik air.
Burung ini juga memiliki bulu yang indah dan warna yang menarik, membuatnya menjadi pilihan yang populer di kalangan pecinta burung.
Jenis-jenis perkutut katuranggan tersebut merupakan pilihan yang populer di kalangan pecinta burung kicau.
Setiap jenis memiliki keistimewaan dan karakteristik yang unik, membuatnya diminati oleh para penggemar burung.


Sumber : https://kumparan.com

PERKUTUT KATURAGGANG

Senin, 06 Oktober 2025
0 Comments

Cabe - Cabean atau Baret Merah Muda Hutan

Cara Jitu Merawat Burung Cabe - Cabean atau Baret Merah Muda Hutan | Burung Cabe -cabean / Kemadedan juga disebut burng baret merah. Burung ini termasuk jenis burung berukuran kecil yang postur hampir mirip dengan pleci dan juga burung kolibri dengan suaranya sangat keras dan melengking dengan habitat di pohon-pohon yang tinggi dan ada banyak pohon parasit / kemladean / parasit / dll . cara merawatnya pn hampir sama seperti  burung pleci dan kolibri juga telah disajikan dalam artikel sebelumnya yang bisa anda baca di sini.
Dengan suara nyaring dan unik, sehingga ada sebagain kicau mania memakai brung ini untuk masteran burung lain berkicau seperti untuk memaster murai batu, cucak hijau dan burung lainnya.


Makanan burung cabai-cabean
Di habitat alami burung ini sering makan makanan seperti buah-buahan serangga kecil dan kecil, sehingga ketika itu harus dipertahankan, pada awal pengobatan biarkan memberikan makanan sesuai dengan ketika hidup di alam liar, dan secara bertahap memberikan voer Ukuran kecil seperti yg kita berikan untuk burung pleci.

Perawatan sehari-hari terdengar rajin (gacor)


Mengenai perawatan harian burung cabai-cabean / kamade persis sama seperti yang kita lakukan dalam pengobatan burung pleci / kacamata;
seperti membersihkan kandang, memberi buah (pisang kapok / pepaya), ulat hongkong dan juga kroto dengan cukup 2 kali seminggu, mandi, keringkan dengan waktu yang tidak terlalu lama, dan juga proses voer juga penting untuk dilakukan jadi ketika kita bepergian dan kami meninggalkan burung sementara kita tidak punya waktu untuk memberikan buah dan ulat, maka burung akan tetap dalam bentuk makanan pokonya voer tersebut.





Merawat Burung Kemade Muda Hutan

  • Burung ini sering hidup dalam koloni, ketika tinggal di kandang yang kemungkinan nya burung  akan stres ,selain itu burung juga memiliki semangat hidup yg redah karena merasa ada teman atau saingan dalam perburuan makanan, sehingga akan bergiliran makan dan berebut makanan. Oleh karena itu, jika baru mendapatkan burung ini, harus ditempatkan dalam sebuah kandang koloni dan krodong, setelah 3 hari burung baru dipisahkan.
  • Setelah burung dipisahkan, harus tetap di berikan makanan utama burung ini, yaitu pisang kepok matang dan di garis" agar burng mau memakan pisang.
  • pada hari keempat burung mandi pagi  , kemudian dikeringkan dan diberi makan. Pengeringan tidak terlalu lama untuk pengeringan, Cukuplah 1-2 jam.
  • Siang hari burung dapat digantung di teras atau di bawah pohon.
  • Menggantung burung dekat aktivitas manusia agar burung cepat jinak.
  • Di malam hari burung harus di masukkan ke dalam tempat yang tidak terkena angin, misalnya, atau di garasi rumah itu.
  • Kicauan Burung ini sudah bagus, sehingga merasa tidak perlu pemasteran , kecuali untuk terapi suara alam sehingga burung merasa nyaman lingkungan baru.

Cabe - Cabean atau Baret Merah Muda Hutan

Senin, 29 Januari 2018
0 Comments

- Copyright © HOBY BURUNG BALI - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -